Belajar dari Muslimah Spanyol: “Di Negara Minoritas Muslim Ini, Aku Berani Berhijab”

| 1.0 K

Menetap di negara minoritas muslim memang membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit. Para pengikut Nabi Muhammad saw. ini tidak sedikit harus


Menetap di negara minoritas muslim memang membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit. Para pengikut Nabi Muhammad saw. ini tidak sedikit harus melakukan perjuangan ekstra keras untuk hidup di antara masyarakat non-Muslim. Orang yang paling merasakan efek hidup di negara-negara mayoritas non-Muslim adalah kaum hawa.

Ialah perintah berhijab bagi wanita muslim mewajibkan mereka untuk senantiasa menutup aurat. Fenomena yang terjadi, kebanyakan wanita muslim yang berdomisili di negara-negara minoritas muslim tidak berani mengenakan kerudung hanya karena pandangan negatif masyarakat dunia terhadap pemakai hijab.

Namun, seorang wanita muslim asal Spanyol telah menghancurkan fenomena ini dengan memutuskan menutup seluruh aurat tubuhnya. Wanita ini bernama Miriam Hatibi, seorang penulis lepas di situs mvslim.com. Miriam mengaku keputusannya berhijab tidak serta-merta menghampirinya begitu saja. Ia membutuhkan banyak waktu dan pikiran untuk mengambil keputusan besar ini.

Miriam Hatibi lahir dan besar di kota Barcelona, Spanyol. Hijab di negara ini belum meluas seperti di Indonesia. Praktis, berhijab bagi Miriam merupakan salah satu langkah besar di hidupnya. Ia pun berkisah bagaimana hidayah datang padanya hingga mengubah sebagian besar kehidupan Miriam.

1. Mencari makna berhijab yang sebenarnya

1. Mencari makna berhijab yang sebenarnya

Miriam memang sudah mengetahui bahwa salah satu kewajiban muslimah ialah menutup seluruh tubuhnya dengan hijab. Namun, ketika pikiran itu semakin membesar dalam benaknya, langkah pertama yang ia lakukan ialah mencari makna hijab yang sebenarnya. Mengapa wanita perlu menutup tubuhnya? Apakah ia dapat istiqomah berhijab seumur hidup? Begitulah batin Miriam berbisik. Sampai akhirnya, ketika Allah swt. mendatangkan hidayah padanya, memikirkan semua konsekuensi, keputusan final itu pun datang jua.

2. Sulit meyakinkan orang lain

2. Sulit meyakinkan orang lain

Tak semua orang bisa menerima setiap keputusan yang kita ambil. Mungkin begitu gambaran Miriam ketika ia memutuskan untuk berhijab. Sampai ketika keputusan itu ada, masih saja ada rintangan yang seolah-olah mencoba menggoyah keyakinan Miriam untuk berhijab. “Sampai saat ini, salah satu bagian tersulit dari proses ini adalah harus memberitahu orang-orang tentang penampilan yang berubah. Bukan hanya perubahan penampilan, tapi juga sikap. Kadang sulit membuat semua orang paham dan menghargai keputusan kita.”

Mungkin kita juga pernah berada pada posisi Miriam. Ketika kita mengambil keputusan yang besar, selalu saja ada pihak-pihak yang tidak menyenangi keputusan itu. Tenanglah, kita memang tidak mungkin mampu menyenangkan semua orang di dunia ini. Kamu hanya perlu Tuhan yang meridhoi jalan yang kamu pilih.

3. Belajar menjadi pribadi yang baru dan yang lebih disenangi Allah swt.

3. Belajar menjadi pribadi yang baru dan yang lebih disenangi Allah swt.

Perubahan penampilan yang dialami Miriam menuntutnya untuk mengenyahan hobi belanja pakaian yang tidak disyari’atkan. Ia dulunya senang belanja rok pendek, celana jins, dan kaos ketat. Bahkan, ia sempat menangis ketika menjual gaun pendek warna biru favoritnya. Namun, di sisi lain, ia memahami bahwa ia tak bisa lagi memakai semua pakaian itu. Namun, Miriam memang sudah final untuk tetap menempuh jalan Tuhan-Nya dan salah satu pengorbanan yang ia lakukan adalah menyumbang atau menjual semua pakaian yang tidak lagi dibutuhkannya.

Namun, berhijab tidak membuatnya meninggalkan hobi begitu saja. Ia tetap sebagai wanita yang suka membeli pakaian, hanya saja pakaian yang dibeli tentunya yang sesuai syariat, seperti baju panjang dan hijab. Ia juga banyak belajar memadu-padankan baju-baju lama dengan pakaian yang dibelinya

4. Selalu memburu video tutorial hijab di Youtube

4. Selalu memburu video tutorial hijab di Youtube

Hal ini dilakukannya demi meng-update gaya penampilan barunya agar tidak terkesan monoton. Miriam Hatibi banyak belajar cara-cara berhijab yang baik dan benar hanya dengan banyak-banyak menonton video tutorial yang tersebar di situs Youtube.

5. Tidak malu dengan penampilan baru

5. Tidak malu dengan penampilan baru

“Bila kamu yakin tentang yang kamu lakukan, tak ada satu pun dapat membuatmu berpikir sebaliknya.” Begitulah jawaban Miriam Hatibi ketika ditanya soal penampilan barunya di tengah kritik dari orang-orang terdekatnya. Modal besarnya ialah keyakinan yang tumbuh dari hatinya.

Ia yakin berhijab akan membuat hidupnya tenang dan lebih bermakna. Miriam merasa lebih anggun dibanding dirinya yang belum berhijab dan sama sekali tak gentar walau harus kehilangan 15 persen sisi glamor dalam dirinya. “Aku hanya butuh ridha Allah. Dan itu sudah cukup bagiku.”

Salah satu keputusan terbesar dari wanita muslim ialah keteguhan hatinya untuk menjadi wanita muslimah yang dicita-citakan Alquran. Miriam Hatibi ialah satu dari sekian banyak muslimah di dunia ini yang berani menegakkan perintah Allah swt. di tengah pandangan sinis orang-orang luar, walaupun itu berarti ia harus disisihkan dunia.

Facebook Twitter Google+ Pinterest Linkedin